Archive for November, 2006

Breathe in Water

Sunday, November 19th, 2006

Somehow the days and the nights are all the same. I can’t tell the time I forget their names when I am without you and I’m spinning around like satellite with daze in my head I can’t abide when I’m away from you.

To show how much you mean to me I’d give up my gravity I’d walk the surface of the sea to find where you would be

I’d breathe in water and drown myself in you, I’d breathe in water and dive myself in you, I’d breathe in water If you ask me to breathe in water

Somehow I feel so lost with a homeless heart. I’ve nowhere to run, I’ve nowhere to hide when I’m missing you but I chase the dark clouds from my eyes send them away like butterfly when I think about you

To show how much you mean to me I’ve erased my memory to walk the surface of the sea to be where you would be

This is what I can do, what a woman can do. This all that I feel is real. This is what I have prayed for this love in my way

I breathe in water

Can breathe in water

(Anggun)

I MISS U

Tuesday, November 14th, 2006

I MISS U

Kekasih… izinkan aku memanggilmu seperti itu, karena aku tidak tau sampai kapan aku bisa memanggilmu seperti itu dan menikmati saat-saat indah seperti ini .   Aku bisa merasakan kakiku yang membeku, jantungku yang berdetak kencang, nafasku yang memburu setiap bertemu denganmu. mengapa namamu tak dapat berhenti sedetik pun menggema di benakku yang kosong. Seandainya saja memori itu hilang… seandainya saja aku tak menyimpan segala kenangan kita dalam-dalam, seandainya saja kita tidak pernah bertemu… maka kita tidak pernah jatuh cinta.

Masih ingat ? Saat itu sore hari menjelang malam, kita membahas hal itu lagi, hal yang sebenarnya aku yakin bahwa kamu pun tak mau membahasnya. Kembali aku meneteskan air mata. Selalu, disaat seperti itu aku kembali tersadar akan serangga mungil bernama cinta yang bersarang dan semakin mengokohkan posisinya di hatiku.

Hanya dengan tatapan matamu, sayang… aku terbius. Bukan hanya perilaku mu yang membuai yang membuatku jatuh cinta, kharismamu yang semakin terpancar, atau auramu yang menyilaukanku. tetapi tatapan tajam dari sepasang mata di balik kaca mata minus yang sampai saat ini masih menancap di hatiku.

Kekasih… apakah kau percaya cinta sejati hanya datang sekali seumur hidupmu? Karena bila ya, aku takkan pernah dapat mencintai siapa pun lagi. Seorang teman pernah berkata kepada ku bahwa hidup dan karma adalah satu lingkaran. Inikah karma itu, sayang? Apakah karena aku kurang menghargai cintanya maka Tuhan menghukumku seperti ini? Apakah Tuhan menghukumku dengan membuatku begitu mencintaimu ?

Kadang-kadang aku memaki Tuhan, sayang… Bila memang kita tidak diciptakan untuk saling mengisi, bila memang kau bukan diciptakan untukku, mengapa Tuhan mempertemukan kita? Mengapa Tuhan membuatku jatuh cinta? Dan mengapa kita harus berbeda? Seandainya saja manusia tidak dikotak-kotakkan dengan apa yang mereka sebut kepercayaan, apa yang mereka sebut agama, status, ras, mungkin kita masih dapat melihat cahaya di antara kita.

Sayangku… kekasihku… kenapa kita dilahirkan sebagai manusia? Kenapa kita tidak dilahirkan sebagai hewan saja? Seandainya kita dipertemukan sebagai kupu-kupu, mungkin kita masih dapat bersama tanpa harus merasakan perselisihan dengan adanya perbedaan. Dilahirkan sebagai apa pun aku kan bersyukur, asalakan aku bisa bersamamu.

Hari-hari tanpamu adalah siksaanku, seperti hari ini, segalanya kembali teringat : pertemuan pertama kita, ciuman pertama kita, cafe tempat pertemuan kita, trip yang penuh romantika, segalanya. Aku selalu dihantui olehmu …Aku sungguh tersiksa.

Ketika mencium dia yang kurasa dan kubayangkan adalah bibirmu yang lembut. Kau menyiksaku. Memori ini menyiksaku !!!

Sayang… cepatlah pulang, aku kangen padamu. aku ingin sekali lagi melumat bibirmu yang hangat, membiarkanmu menelan jantungku, karena dengan begitu aku bisa bersatu denganmu dan hidup dalam tubuhmu. Merasakan setiap tawa dan tangismu, hembusan nafasmu, detak jantungmu, bahkan setiap gerak yang kau buat, aku ingin menyatu denganmu.

bluemoon, 151106

Saya berfikir

Friday, November 10th, 2006

Saya berpikir, kenapa kita suka menilai orang lain ? membuat stereotype, berprasangka, prejudice,  berasumsi, mempersepsi perilaku orang lain..

Saya percaya kalau semua orang adalah individu yang berbeda, unik, –and yet, sama. Saya tidak perlu menyimpulkan bahwa dia tidak bisa dipercaya hanya karena dia satu-dua kali mengingkari janji. Dan saya tidak bisa membencinya hanya karena dia telah dilabeli ’pembohong’, misalnya. Atau saya juga tidak bisa langsung percaya ketika ada orang yang dilabeli “Player, Penggoda, Pencinta Sejati dan sejenisnya”. Setiap manusia sama : belajar dan melakukan kesalahan.                                            Tapi, seperti kata Oprah Winfrey, kamu bukan ’kesalahan kamu’.

Kita seharusnya belajar dari pengalaman dan kesalahan kita. Kita melakukan deduksi terhadap satu atau lebih peristiwa, melihat pola-pola kesamaan, dan dengannya memperkirakan apa yang akan terjadi kemudian.

Intinya,  banyak sekali informasi yang harus kita cari, pola-pola hubungan yang terkesan acak yang perlu kita dalami lagi, sebelum kita berangkat pada kesimpulanespecially when it concerns our perception to others. Ya, memang seharusnya begitu. Sayangnya tidak banyak orang yang berfikir sampai kesana. Mereka lebih senang dengan justifikasi yang mengatasnamakan rasa perhatian, solidaritas, mengaitkan satu case dengan case lain, menyimpulkan dan ahirnya mengeksekusi. 

Buat saya, sangat menenangkan ketika kita dapat melihat orang lain tanpa pretensi apapun. Susah memang. Saya juga kadang tanpa sadar telah masuk kedalam suatu obrolan yang menimbulkan suatu pretensi tertentu dan ahirnya ikut mengeksekusi. Tapi kembali kepada diri kita, justru disinilah tingkat kedewasaan berfikir kita terlihat.

Harga Sebuah Cita Cita

Thursday, November 2nd, 2006

Harga Sebuah Cita-cita

Perjalanan ke Cirebon yang sangat berharga, sungguh…. Suatu pengalaman yang mungkin orang lain anggap biasa biasa saja, tapi buat saya, ini adalah pengalaman pertama yang sarat arti pada setiap moment yang terjadi disana. Saya seperti telah menjadi seorang merchandiser sejati, padahal itu belum seberapa. Norak yah, hihi…

Saya teringat ketika bos saya membicarakan tentang kisah pengembaraan Jenderal Sun Tzu pada waktu itu (sepertinya beliau juga mengaggumi sang Jendral ini), aku manjadi penasaran, siapa tokoh hebat itu.
Suatu ketika aku membuka Google - website andalan saya untuk mencari informasi apapun - saya mempelajari banyak hal dari Jendral itu. Bertahun-tahun mengembara, Sun Tzu telah mengalami banyak sekali kejadian. Ia pernah menjadi budak, pelayan, pedagang, prajurit, bahkan menjadi pejabat pemerintahan. Pahit getirnya kehidupan dia jalani demi sebuah cita-cita, demi sebuah karir. Berbekal pengalaman itulah akhirnya Sun Tzu berhasil menyelesaikan karya tulisnya, yaitu 13 Bab Strategi Perang.

Apa yang bisa dipetik dari pengalaman perjalanan Sun Tzu itu? Makna dari pengembaraan Sun Tzu itu adalah, seseorang boleh mengalami pahit getirnya perjalanan hidup. Tetapi dia tidak boleh berhenti dan tidak boleh kehilangan tujuannya semula. Tidak boleh kehilangan arah cita-citanya. Tidak boleh kehilangan impiannya.
Jadi, kita harus berani membayar harga dari sebuah cita-cita yang besar. sebab cita-cita selalu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Selain itu, cita-cita besar membutuhkan ketekunan, keuletan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang luar biasa.

Cita Cita besar itu apa yah ? apa paremeternya sehingga bisa dikatakan cita cita itu besar atau kecil ?
iseng iseng, saya coba menghubungi beberapa teman diskusi saya di kampus dulu, rekan rekan yang pernah sekerja dengan saya sebelum ini, dan teman teman curhat terbaik saya. Banyak juga jawaban yang ngawur, karena mereka tidak mengira ini akan menjadi bahan renungan bagi saya, tapi dari semua inputan itu ditambah dengan beberapa buku motivasi yang pernah saya baca (engga banyak sih.. baru beberapa saje, hehe), Cita-cita yang besar adalah cita-cita yang sanggup memberi kekuatan luar biasa kepada seseorang untuk menjalani hidup yang keras. Sebuah impian yang pasti mempunyai suatu titik target yang pantas dikejar. Cita-cita besar tidak mungkin dicapai hanya dengan target kecil serta usaha yang biasa-biasa saja. Cita-cita besar, impian besar, harus diraih melalui target-target yang menggairahkan. Target yang mendorong kita mengerahkan seluruh daya upaya kita. Target yang mampu menyemburkan hasrat sangat kuat untuk meraihnya. Membuat kita berusaha sekeras-kerasnya. Bahkan membuat kita berani memaksa diri kita sampai target itu tercapai.

Kedengarannya serem yah…. kaliatan banget kalo penulisan ini dibarengi dengan hormon adrenalin saya yang semakin kencang berdesir. It was me, wasnt it J

Well then, apa hubungannya cerita Sun Tzu dan Cita cita besar ama business trip saya ke Cirebon barusan ? gak tau juga, hehe. Saya hanya merasa bahwa setiap “tambahan pekerjaan” yang dibebankan kepada saya merupakan kesempatan menuju cita cita yang besar.
Okeh my friends, one things that you should remember that : Cita-cita yang besar tidak bisa diraih dengan sikap mental yang lunak. So… Create your own acceleration.

Lho, apa hubunganya cita cita besar dengan acceleration? I know u can find the answer, Good Luck my Friends !!