Pakabar ???
Sobat, apa kabarmu di sana? Sekian tahun terpisah oleh jarak, bukankah tak pernah kita benar-benar berpisah…
Ada email
ada sms
ada telpon.
Dan bukankah hati kita tetap dekat?
Dulu, perkenalan kita diawali oleh tanyaku yang tergesa karena merasa terlambat, ujiannya belum dimulai yah? Belakangan kau bilang, untung aku menegur lebih dulu waktu itu karena sulit bagimu untuk memulai percakapan denganku.
Masa sih? Heranku tak habis pikir. Katamu lagi, aku tipe perempuan yang menimbulkan rasa segan. Seolah selalu punya banyak tujuan dengan apa yang kulakukan dan karenanya bahasa tubuhku berkata, jangan coba-coba mengusik dengan hal tak penting. Ha ha…. ada-ada saja.
Tapi mungkin ada benarnya, buktinya setiap kali aku pulang larut malam sehabis jaga wartel atau keluyuran gak jelas malam malam, tak ada orang iseng yang berani jail. Aman…
Sejak itu kau adalah sahabat terbaikku. Kau mengenal dan memahamiku dengan sangat baik, begitu pun sebaliknya. Walau kadang pengenalanmu tentangku membuatku heran; oya, aku begitu? Ha ha… Aku sadar, kadang perlu orang lain untuk menilai diri kita. Dan seorang sahabat adalah yang terbaik untuk itu, yang akan mengatakan sejujurnya juga hal yang tak ingin kita dengar.
Kedekatan kita juga sempat membuat teman kampus berkasak-kusuk. Ingat? Kita sempat dinilai sebagai pasangan aneh. Andai mereka tahu, kamu justru pernah menjadi kurir ketika aku mengirim puisi pada seorang cowok yang juga dinilai sebagai orang aneh, tapi justru itu malah membuat aku tertantang untuk benar benar membentuk suatu perkumpulan orang aneh. Ha ha…heran juga, aku pernah sekonyol itu, ya…
atau waktu aku meminta kamu untuk mengatur supaya aku tidak pernah bertemu dengan pria yang kurang menyenangkan itu, eh kamu malah merancang pertemuan dengan nya berkali kali sambil berkata : dia pria yang tepat untuk jadi suami mu (Hah…)
Kamu benar, meski aku sempat keras kepala, waktu akhirnya membuktikan kalau kamu benar, sobat. Dia benar benar menjadi suami ku sekarang (Phew…)
Kau tahu, ada masa ketika aku rindu sekali berbincang bebas denganmu, tanpa dibatasi pulsa!
Bukankah kita biasa mendiskusikan apa saja dulu?
Kita pernah merumuskan apa yang harus kita capai dalam hidup, kita berdebat, menyisihkan hal yang tak perlu dan bersepakat. Kita juga pernah mendiskusikan fakta-fakta kehidupan yang sering disalahtafsirkan, atau mencari kemungkinan penafsiran baru. Kita pun pernah membincangkan; apa ya, yang sedang dilakukan Tuhan saat ini?
Biasanya menjelang ahir tahun, entah siapa yang mulai menelepon- itu sudah bukan hal penting lagi buat kita- kita selalu membahas achievement, planning, dan the craziest things selama setahun ini. Point terahir biasanya yang paling lama kita bahas, hahahaha.
Mungkin benar, sobat, kau adalah saudaraku dalam kehidupan sebelumnya. Kita takkan pernah menjadi pasangan karenanya, tapi kau tahu yang lebih berarti?
Menyadari aku memiliki sahabat sepertimu.
Andai aku harus menempuh hidup ini sendiri tanpa seorang pun mendukung pilihan keputusanku, aku tahu, aku bisa mengandalkanmu…
I MISS U
December 28th, 2006 at 5:56 pm
Engkau sprti kekasihku yg dulu
Sungguh hadirmu menyejukkan risau jiwaku
Begitu lekatnya perasaanku kini padamu
Hingga anganku kusandarkan padamu
Memang gerakmu memang langkahmu
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Inginku menyangkal inginku membantah
Betapa pesona dirimu memikat erat jiwaku
Mungkin terbuai mungkin aku terlena
Ada keinginan yang tak tentu arah
Engkau tercipta bukan untuk bersama
Biar kunikmati kerinduan ini
Maafkan aku yang selalu teringat akan dirimu
Menggugah segala yang ada dalam kenanganku
Sedapatnya aku menepis keinginan itu
Kuharap engkau dapat memaafkan aku
Apa yang terpancar dari dalam hati
Tak dapat aku bantah tak mampu kusingkirkan
Sesungguhnya aku sangat ingin melupakan
Inginku melupakan… inginku melupakan…
January 1st, 2007 at 6:27 pm
Kau yang di sana terpisah jarak waktu
Aku di sini merindukan bayangmu
Mungkin kita(/aku) harus bisa menahan gejolak
Tapi kita(/aku) manusia yang punya hasrat jiwa …
Setiap saat, setiap waktu ku ingat dirimu
Setiap saat, setiap waktu ku ingin berjumpa
Kau yang terindah hadir dalam mimpiku
Kini bertemu dalam jalinan kisah
Mungkin kita bukan cinta?
Aku tak perduli
Tapi kita manusia yang punya hasrat jiwa …
Setiap saat, setiap waktu ku ingat dirimu
Setiap saat, setiap waktu ku ingin berjumpa
Ku ingin bercinta…
Walau ku pendam gejolak namun asmara tetap ada
Tak bisa ku tolak karna kau yang terindah
Yang mungkin memuaskan segalanya ….
- JAVA JIVE -
January 1st, 2007 at 6:37 pm
Inginku bukan hanya jadi temanmu
Atau sekedar sahabatmu
Yang rajin dengar ceritamu
Tak perlu hanya kau lihat ketulusan
Yang sebenarnya tak kusangkal
Kadang ku hilang kesabaran
Mungkinkah akan sgera berakhir
Seiring jalannya hari
Kini ku tergila padamu
Yang ada bila tak juga kau sadari
Akan kutempuh banyak cara
Agar engkau tau semua mauku
Biarkan aku tuk jadi kekasihmu
Karna ku tak percaya ungkapan
Cinta tak harus memiliki
Terlambat jika aku harus berubah
Ku terlanjur ingini semua
Yang ada di dalam dirimu
Dan berulang mencoba
Tuk merebut hati dan cintamu
Sadarkah dirimu sering kau kesalkan aku
Bila…………
Yang ada bila tak juga kau sadari
Akan kutempuh banyak cara
Agar engkau tau semua mauku
semua maumu?…(mau-ku & mau-mu)
Yovie & The Nuno