I MISS U
November 14th, 2006 by ulfpunyaI MISS U
Kekasih… izinkan aku memanggilmu seperti itu, karena aku tidak tau sampai kapan aku bisa memanggilmu seperti itu dan menikmati saat-saat indah seperti ini . Aku bisa merasakan kakiku yang membeku, jantungku yang berdetak kencang, nafasku yang memburu setiap bertemu denganmu. mengapa namamu tak dapat berhenti sedetik pun menggema di benakku yang kosong. Seandainya saja memori itu hilang… seandainya saja aku tak menyimpan segala kenangan kita dalam-dalam, seandainya saja kita tidak pernah bertemu… maka kita tidak pernah jatuh cinta.
Masih ingat ? Saat itu sore hari menjelang malam, kita membahas hal itu lagi, hal yang sebenarnya aku yakin bahwa kamu pun tak mau membahasnya. Kembali aku meneteskan air mata. Selalu, disaat seperti itu aku kembali tersadar akan serangga mungil bernama cinta yang bersarang dan semakin mengokohkan posisinya di hatiku.
Hanya dengan tatapan matamu, sayang… aku terbius. Bukan hanya perilaku mu yang membuai yang membuatku jatuh cinta, kharismamu yang semakin terpancar, atau auramu yang menyilaukanku. tetapi tatapan tajam dari sepasang mata di balik kaca mata minus yang sampai saat ini masih menancap di hatiku.
Kekasih… apakah kau percaya cinta sejati hanya datang sekali seumur hidupmu? Karena bila ya, aku takkan pernah dapat mencintai siapa pun lagi. Seorang teman pernah berkata kepada ku bahwa hidup dan karma adalah satu lingkaran. Inikah karma itu, sayang? Apakah karena aku kurang menghargai cintanya maka Tuhan menghukumku seperti ini? Apakah Tuhan menghukumku dengan membuatku begitu mencintaimu ?
Kadang-kadang aku memaki Tuhan, sayang… Bila memang kita tidak diciptakan untuk saling mengisi, bila memang kau bukan diciptakan untukku, mengapa Tuhan mempertemukan kita? Mengapa Tuhan membuatku jatuh cinta? Dan mengapa kita harus berbeda? Seandainya saja manusia tidak dikotak-kotakkan dengan apa yang mereka sebut kepercayaan, apa yang mereka sebut agama, status, ras, mungkin kita masih dapat melihat cahaya di antara kita.
Sayangku… kekasihku… kenapa kita dilahirkan sebagai manusia? Kenapa kita tidak dilahirkan sebagai hewan saja? Seandainya kita dipertemukan sebagai kupu-kupu, mungkin kita masih dapat bersama tanpa harus merasakan perselisihan dengan adanya perbedaan. Dilahirkan sebagai apa pun aku kan bersyukur, asalakan aku bisa bersamamu.
Hari-hari tanpamu adalah siksaanku, seperti hari ini, segalanya kembali teringat : pertemuan pertama kita, ciuman pertama kita, cafe tempat pertemuan kita, trip yang penuh romantika, segalanya. Aku selalu dihantui olehmu …Aku sungguh tersiksa.
Ketika mencium dia yang kurasa dan kubayangkan adalah bibirmu yang lembut. Kau menyiksaku. Memori ini menyiksaku !!!
Sayang… cepatlah pulang, aku kangen padamu. aku ingin sekali lagi melumat bibirmu yang hangat, membiarkanmu menelan jantungku, karena dengan begitu aku bisa bersatu denganmu dan hidup dalam tubuhmu. Merasakan setiap tawa dan tangismu, hembusan nafasmu, detak jantungmu, bahkan setiap gerak yang kau buat, aku ingin menyatu denganmu.
bluemoon, 151106