I MISS U

November 14th, 2006 by ulfpunya

I MISS U

Kekasih… izinkan aku memanggilmu seperti itu, karena aku tidak tau sampai kapan aku bisa memanggilmu seperti itu dan menikmati saat-saat indah seperti ini .   Aku bisa merasakan kakiku yang membeku, jantungku yang berdetak kencang, nafasku yang memburu setiap bertemu denganmu. mengapa namamu tak dapat berhenti sedetik pun menggema di benakku yang kosong. Seandainya saja memori itu hilang… seandainya saja aku tak menyimpan segala kenangan kita dalam-dalam, seandainya saja kita tidak pernah bertemu… maka kita tidak pernah jatuh cinta.

Masih ingat ? Saat itu sore hari menjelang malam, kita membahas hal itu lagi, hal yang sebenarnya aku yakin bahwa kamu pun tak mau membahasnya. Kembali aku meneteskan air mata. Selalu, disaat seperti itu aku kembali tersadar akan serangga mungil bernama cinta yang bersarang dan semakin mengokohkan posisinya di hatiku.

Hanya dengan tatapan matamu, sayang… aku terbius. Bukan hanya perilaku mu yang membuai yang membuatku jatuh cinta, kharismamu yang semakin terpancar, atau auramu yang menyilaukanku. tetapi tatapan tajam dari sepasang mata di balik kaca mata minus yang sampai saat ini masih menancap di hatiku.

Kekasih… apakah kau percaya cinta sejati hanya datang sekali seumur hidupmu? Karena bila ya, aku takkan pernah dapat mencintai siapa pun lagi. Seorang teman pernah berkata kepada ku bahwa hidup dan karma adalah satu lingkaran. Inikah karma itu, sayang? Apakah karena aku kurang menghargai cintanya maka Tuhan menghukumku seperti ini? Apakah Tuhan menghukumku dengan membuatku begitu mencintaimu ?

Kadang-kadang aku memaki Tuhan, sayang… Bila memang kita tidak diciptakan untuk saling mengisi, bila memang kau bukan diciptakan untukku, mengapa Tuhan mempertemukan kita? Mengapa Tuhan membuatku jatuh cinta? Dan mengapa kita harus berbeda? Seandainya saja manusia tidak dikotak-kotakkan dengan apa yang mereka sebut kepercayaan, apa yang mereka sebut agama, status, ras, mungkin kita masih dapat melihat cahaya di antara kita.

Sayangku… kekasihku… kenapa kita dilahirkan sebagai manusia? Kenapa kita tidak dilahirkan sebagai hewan saja? Seandainya kita dipertemukan sebagai kupu-kupu, mungkin kita masih dapat bersama tanpa harus merasakan perselisihan dengan adanya perbedaan. Dilahirkan sebagai apa pun aku kan bersyukur, asalakan aku bisa bersamamu.

Hari-hari tanpamu adalah siksaanku, seperti hari ini, segalanya kembali teringat : pertemuan pertama kita, ciuman pertama kita, cafe tempat pertemuan kita, trip yang penuh romantika, segalanya. Aku selalu dihantui olehmu …Aku sungguh tersiksa.

Ketika mencium dia yang kurasa dan kubayangkan adalah bibirmu yang lembut. Kau menyiksaku. Memori ini menyiksaku !!!

Sayang… cepatlah pulang, aku kangen padamu. aku ingin sekali lagi melumat bibirmu yang hangat, membiarkanmu menelan jantungku, karena dengan begitu aku bisa bersatu denganmu dan hidup dalam tubuhmu. Merasakan setiap tawa dan tangismu, hembusan nafasmu, detak jantungmu, bahkan setiap gerak yang kau buat, aku ingin menyatu denganmu.

bluemoon, 151106

Saya berfikir

November 10th, 2006 by ulfpunya

Saya berpikir, kenapa kita suka menilai orang lain ? membuat stereotype, berprasangka, prejudice,  berasumsi, mempersepsi perilaku orang lain..

Saya percaya kalau semua orang adalah individu yang berbeda, unik, –and yet, sama. Saya tidak perlu menyimpulkan bahwa dia tidak bisa dipercaya hanya karena dia satu-dua kali mengingkari janji. Dan saya tidak bisa membencinya hanya karena dia telah dilabeli ’pembohong’, misalnya. Atau saya juga tidak bisa langsung percaya ketika ada orang yang dilabeli “Player, Penggoda, Pencinta Sejati dan sejenisnya”. Setiap manusia sama : belajar dan melakukan kesalahan.                                            Tapi, seperti kata Oprah Winfrey, kamu bukan ’kesalahan kamu’.

Kita seharusnya belajar dari pengalaman dan kesalahan kita. Kita melakukan deduksi terhadap satu atau lebih peristiwa, melihat pola-pola kesamaan, dan dengannya memperkirakan apa yang akan terjadi kemudian.

Intinya,  banyak sekali informasi yang harus kita cari, pola-pola hubungan yang terkesan acak yang perlu kita dalami lagi, sebelum kita berangkat pada kesimpulanespecially when it concerns our perception to others. Ya, memang seharusnya begitu. Sayangnya tidak banyak orang yang berfikir sampai kesana. Mereka lebih senang dengan justifikasi yang mengatasnamakan rasa perhatian, solidaritas, mengaitkan satu case dengan case lain, menyimpulkan dan ahirnya mengeksekusi. 

Buat saya, sangat menenangkan ketika kita dapat melihat orang lain tanpa pretensi apapun. Susah memang. Saya juga kadang tanpa sadar telah masuk kedalam suatu obrolan yang menimbulkan suatu pretensi tertentu dan ahirnya ikut mengeksekusi. Tapi kembali kepada diri kita, justru disinilah tingkat kedewasaan berfikir kita terlihat.

Harga Sebuah Cita Cita

November 2nd, 2006 by ulfpunya

Harga Sebuah Cita-cita

Perjalanan ke Cirebon yang sangat berharga, sungguh…. Suatu pengalaman yang mungkin orang lain anggap biasa biasa saja, tapi buat saya, ini adalah pengalaman pertama yang sarat arti pada setiap moment yang terjadi disana. Saya seperti telah menjadi seorang merchandiser sejati, padahal itu belum seberapa. Norak yah, hihi…

Saya teringat ketika bos saya membicarakan tentang kisah pengembaraan Jenderal Sun Tzu pada waktu itu (sepertinya beliau juga mengaggumi sang Jendral ini), aku manjadi penasaran, siapa tokoh hebat itu.
Suatu ketika aku membuka Google - website andalan saya untuk mencari informasi apapun - saya mempelajari banyak hal dari Jendral itu. Bertahun-tahun mengembara, Sun Tzu telah mengalami banyak sekali kejadian. Ia pernah menjadi budak, pelayan, pedagang, prajurit, bahkan menjadi pejabat pemerintahan. Pahit getirnya kehidupan dia jalani demi sebuah cita-cita, demi sebuah karir. Berbekal pengalaman itulah akhirnya Sun Tzu berhasil menyelesaikan karya tulisnya, yaitu 13 Bab Strategi Perang.

Apa yang bisa dipetik dari pengalaman perjalanan Sun Tzu itu? Makna dari pengembaraan Sun Tzu itu adalah, seseorang boleh mengalami pahit getirnya perjalanan hidup. Tetapi dia tidak boleh berhenti dan tidak boleh kehilangan tujuannya semula. Tidak boleh kehilangan arah cita-citanya. Tidak boleh kehilangan impiannya.
Jadi, kita harus berani membayar harga dari sebuah cita-cita yang besar. sebab cita-cita selalu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Selain itu, cita-cita besar membutuhkan ketekunan, keuletan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang luar biasa.

Cita Cita besar itu apa yah ? apa paremeternya sehingga bisa dikatakan cita cita itu besar atau kecil ?
iseng iseng, saya coba menghubungi beberapa teman diskusi saya di kampus dulu, rekan rekan yang pernah sekerja dengan saya sebelum ini, dan teman teman curhat terbaik saya. Banyak juga jawaban yang ngawur, karena mereka tidak mengira ini akan menjadi bahan renungan bagi saya, tapi dari semua inputan itu ditambah dengan beberapa buku motivasi yang pernah saya baca (engga banyak sih.. baru beberapa saje, hehe), Cita-cita yang besar adalah cita-cita yang sanggup memberi kekuatan luar biasa kepada seseorang untuk menjalani hidup yang keras. Sebuah impian yang pasti mempunyai suatu titik target yang pantas dikejar. Cita-cita besar tidak mungkin dicapai hanya dengan target kecil serta usaha yang biasa-biasa saja. Cita-cita besar, impian besar, harus diraih melalui target-target yang menggairahkan. Target yang mendorong kita mengerahkan seluruh daya upaya kita. Target yang mampu menyemburkan hasrat sangat kuat untuk meraihnya. Membuat kita berusaha sekeras-kerasnya. Bahkan membuat kita berani memaksa diri kita sampai target itu tercapai.

Kedengarannya serem yah…. kaliatan banget kalo penulisan ini dibarengi dengan hormon adrenalin saya yang semakin kencang berdesir. It was me, wasnt it J

Well then, apa hubungannya cerita Sun Tzu dan Cita cita besar ama business trip saya ke Cirebon barusan ? gak tau juga, hehe. Saya hanya merasa bahwa setiap “tambahan pekerjaan” yang dibebankan kepada saya merupakan kesempatan menuju cita cita yang besar.
Okeh my friends, one things that you should remember that : Cita-cita yang besar tidak bisa diraih dengan sikap mental yang lunak. So… Create your own acceleration.

Lho, apa hubunganya cita cita besar dengan acceleration? I know u can find the answer, Good Luck my Friends !!

July 5th, 2006 by ulfpunya

Sebenarnya Cinta
~Letto~

Satu detik lalu
Dua hati terbang tinggi
Lihat indahnya dunia
Membuat hati terbawa

….dan bawaku kesana
dunia fatamorgana
termanja manja oleh rasa
dan ku terbawa terbang tinggi oleh suasana

….dari sudut mata
jantung hati mulai terjaga
berbisik ditelinga
coba ingat semua

…dan bangunkanlah aku
dari mimpi-mimpi ku
sesak aku disudut maya
dan tersingkir oleh dunia nyata

….dan bangunkanlah aku
dari mimpi indahku
terengah engah ku berlari
dari rasa yang harusnya kubatasi

…dan kau menawarkan
rasa cinta dalam hati

…ku tak tau harus bagaimana
untuk raba mimpi atau nyata
dan bedakan rasa dengan suasana
dalam rangka sayang atau cinta sebenarnya

…dan bangunkanlah aku
dari buta mataku
jangan pernah lepaskan aku
untuk tenggelam di dalam mimpiku

KQ, July 4, 06
*when u r absent*

just a thought

June 6th, 2006 by ulfpunya

Kembali membuat pertemuan dg temen2 gw sepulang kerja hari jumat. Masi membahas seputar pernikahan. Kebeneran temen gw yg satu, usia pernikahannya gak jauh berbeda dg gw. Sementara yg satu lagi meski dia belum menikah, tapi hubungan keterbukaan ke pasangannya sudah seperti udah nikah lebih lama dari gw, hehe. Becanda bu…

Bahasan yang menarik perhatian gw kali ini adalah masalah pengaturan keuangan dikeluarga dan alokasi pengeluaran kita sebagai istri.
Teman gw yang satu (sebut saja namanya si A) adalah wanita karir sejati. Mempunyai penghasilan yang jauh lebih tinggi dari suaminya, smart, cekatan dan powerful ! dalam hal pengaturan pengeluaran RT, suaminya memberikan jatah untuk kebutuhan RT dan kebutuhan dia pribadi sejumlah nominal tertentu. Jumlah itu akan bertambah jika sang suami mendapatkan tambahan penghasilan lain pada bulan itu. Dengan begitu, uang yang dia hasilkan dari pekerjaannya itu adalah sepenuhnya hak dia. Totally untuk dirinya sendiri. Berarti dalam hal ini si A mempunyai dua sumber pendapatan. Satu dari hasil kerjaannya, satu lagi dari suaminya. Uang yang dia peroleh itu sebagian dia gunakan untuk kesenangan dia sebagian lagi untuk personal secret saving.
Kemudian dalam hal tanggung jawab yang lain, si suami berkewajiban untuk mengantar-jemput si A dari kantor ke rumah. Jika suami tidak dapat menjemput karena alasan tertentu, maka si A akan men-charge ongkos taksi ke suaminya sesampainya dirumah. Dalam hal yang lebih makro, untuk hal investasi misalnya, apakah itu dalam hal membeli tanah, rumah, mobil ato yang lainnya, si A sudah punya trik and plan jikalau kepemilikan atas barang itu akan menjadi atas namanya atau suaminya, terlalu panjang untuk gw jelaskan, tapi yang pasti gw melihat ada unsure opportunis didalamnya.

Setelah mencermati konsep RT temen gw ini, gw jadi berfikir alangkah dirugikannya si suaminya ini.
Pertama, suami harus mengcover segala kebutuhan RT, menafkahi istri dan dirinya, memberi jatah sejumlah tertentu untuk kesenangan istrinya. Bisa jadi semua penghasilan si suami dalam sebulan habis untuk alokasi ketiga pos penting itu. Sementara tabungan si istri semakin bertambah dari penghasilan yang dia hasilkan setiap bulannya.
Kedua, suami harus mengatur waktunya sedemikian rupa sehingga dia bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dengan mengantar jemput si istri.

In my opinion (dan ini yg gw terapkan di RT gw) dalam kasus ini, si istri bekerja atas dasar kemauannya sendiri, BUKAN karena untuk saling mengcover kebutuhan RT tapi untuk kepentingan dan kesenangannya sendiri. Dan itu berarti segala yang berkaitan dengan hal itu dan proses kegiatannya mulai dari kita melangkah dari rumah menuju kekantor ketempat kita bekerja, waktu kita selama ditempat kerja termasuk lunch time dsb sampe dengan perjalanan kembali pulang ke rumah itu adalah sepenuhnya milik kita dan tanggung jawab kita. Artinya, suami tidak berhak untuk “mengganggu” kita dengan menyuruh cepat pulang misalnya, atau “mengawasi” kita dengan telp dan sms nya yang bertubi atau membatasi dengan siapa dan dimana kita makan siang, dsb. Dan…… suami juga tidak berkewajiban untuk mengantar jemput kita, karena itu termasuk kedalam bagian proses seperti yg gw jabarkan tadi.
Sisa waktu yg ada sekambalinya kita dari tempat kerja, barulah menjadi milik bersama
Selain masalah pembagian waktu, gw juga mengutarakan konsep gw ttg alokasi penghasilan suami dan istri dalam RT.
Gak perlu gw tuliskan disini panjang lebar, but in short, gw menerapkan konsep kesetaraan.

Itu baru fair menurut gw.
Tus abis itu temen gw nanya. Jadi apa gunanya suami kita kalo gak antar jemput kita, kalo gak menafkahi kita. Buat apa lu nikah ? apa bedanya ama sewaktu lu masi single kalo masi kayak gini ???

Kemudian perdebatan itu terjadi……..
dan pembicaraan menjadi semakin seru.

Engga kerasa sudah jam sebelas. Ahirnya kita pulang ke rumah masing masing dengan membawa pemikiran2 baru dari hasil brainstorming ini.

Kalo kesimpulan gw adalah, tidak ada standar baku dan undang2 yang mengatur secara detail dan terperinci menganai hak dan kewajiban suami terhadap istri atau sebaliknya. Peraturan kewajiban untuk menafkahi istri lahir dan batin pun masi sangat general.
yang ada hanyalah sumpah setia untuk hidup bersama, dikala senang ataupun susah, sedih dan gembira, suka dan duka hingga ahir dunia.

Ada unsur kebersamaan didalamnya.
ksetaraan
kharmonisan
kkompakan
kmengertian
kseimbangan

mungkin temen gw berfikir kalo pemikiran gw terlalu naif
atau gw berfikir konsep RT temen gw itu penuh unsur politik
tapi apapun rancangan itu, sepanjang kita dan pasangan hidup kita bahagia menjalaninya, segalanya tampak bukan menjadi masalah dan bukan menjadi hal yg perlu diperdebatkan.
Ini hanyalah salah satu dari sekian episode pembelajaran hidup berumah tangga.

Thanks for this valuable gathering

How’s yr feeling ??

April 19th, 2006 by ulfpunya

baru mulai kembali mengontak all of my friends belakangan ini.
maaf ya genk…penyesuaian diri gw dalam menjalanin kehidupan baru ini bener2 bikin gw sedikit melupakan keterikatan kita (apa sehh !!!).

pertanyaan pertama yg selalu terlontar ketika gw ngontak mereka adalah… “gimana rasanya menikah..???”
nah, ini yg lagi pengen gw tulis.

pertanyaan yang sama juga gw lontarkan ke temen2 gw yg baru menikah. hal yang wajar tentunya, karena kita sendiri wonder gimana rasanya sebenernya.
dan.. reaksinya macem2. ada yg ngejawabnya sambil mesem2 … ada yg pipinya merah merona… ada yang sambil menunjukkan ekspresi kepuasannya… ada yang mikir dulu beberapa saat baru ngejawab… ada yang bilang biasa ajah… ada yg bilang aneh… dan ada juga yang bilang gak enak.

kalo gw cenderung memberikan jawaban yg berbeda2, sesuai dengan perasaan hati gw saat itu. bisa jadi semua jawaban diatas adalah jawaban yg gw berikan ke temen2 gw. bukan ada maksud untuk pretend, tapi emang gw sendiri masi bingung mengkategorikan perasaan itu kemana.

dibilang bahagia….ya, sepertinya siy begitu.
maksud gw, apa yang lebih membahagiakan daripada mendapatkan suami yang bener2 mencintai kita, bener2 men-treat kita like a princess.
yg selalu membangunkan gw setiap pagi dengan memberikan gw kecupan hangat dan segelas kopi dengan racikan yg pas bgt dengan selera gw,
yang membiarkan gw mandi berlama lama sementara dia sibuk membereskan tempat tidur dan segala barang yang berceceran diatasnya,
yang dengan sabar menunggu gw berdandan hingga kelar tanpa complain sedikitpun…
yang merelakan untuk menunda hasrat nya ketika melihat gw yg sudah sangat letih sepulang kerja, padahal gw tau dia jauh lebih cape dr gw.
yang selalu membawa tentengan berupa cemilan, buah2an, belanjaan dan keperluan gw sepulang dari kerjaan kerumah.
Hmmm… kalo lg kyk gini ni, gw serasa menjadi orang paling beruntung di dunia :p

tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…… ketika ada case dimana ternyata dia tidak seperti yang kita bayangkan, ato ketika ekspektasi kita terhadap dia tidak sesuai dengan yg kita harapkan ato hal2 yang selama ini bikin kita ilfeel ternyata ada di dia ato ternyata dia tidak bisa mengikuti rhytme hidup kita ato ternyata segala hal yang kita impikan bersamanya semakin lama semakin mengkabut….. ato many things like that lah ya….
membuat gw kembali berpikir ttg jawaban apa yg harus gw berikan dari setiap pertanyaan temen2 gw tadi.

dua malam ini berturut turut sepulang kerja, gw bertemu temen gw yang keduanya kebetulan baru menikah juga. teman gw yang pertama mempunyai case yg hampir sama seperti gw.
makanya bagitu kita buka obrolan ttg masalah ini, kontan saja, secara otomatis, cacian, makian dan segala bentuk omongan yg gak ngenakin tentang suami masing2 dengan lancarnya keluar dari mulut kita. sebenernya kita gak bermaksud untuk membeberkan kelemahan suami kita siyyy, hanya sajah rasanya kok abis nyaci sana sini segalanya jadi enteng. legaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget. sumpah, plonk bgt !!!

temen gw yang kedua juga mempunyai case yang hampir sama, bahkan mungkin kalo gw perhatikan dari ceritanya, ternyata gw jauh lebih beruntung. tapi….. dari awal hingga ahir pembicaraan, gak ada satu kalimatpun cacian yang keluar dari mulut dia untuk suaminya, padahal gw tau persis bahwa dia tidak cukup bahagia menjalani hidup barunya itu.
“sometimes loves just ain’t enough, tapi menikah adalah sarana untuk mendulang ibadah, ini adalah karunia terbesar dan gw gak pernah berhenti bersyukur” kata temen gw sambil nyeruput cappuccino nya.

Hmmmm, ya…ya…ya…
kenapa gw gak pernah terpikir untuk menjadikan pernikahan ini sebagai sarana untuk mendulang ibadah ya ??? sebenernya siy gw sering mendengar nasehat semacam itu dari temen2 gw yg laen, dari keluarga gw dan ustad sang pemberi nasehat perkawinan itu. tapi kok gw gak ngeh yaaaa….. dasar dudul !!. selama ini gw berfikir kalo menikah itu adalah bagian dari perjalanan hidup di dunia, sebuah investasi jangka panjang, menikah karena memang sudah seharusnya, sudah saatnya !!
gw mengibaratkan membentuk rumah tangga itu seperti halnya kita membangun sebuah perusahaan, dimana harus ada modalnya, tenaga kerjanya, marketnya, aturan mainnya, management nya, strategi nya, profit nya, segalanya… jadi ketika si partner pembangun perusahaan ini dinilai tidak capable, gw merasa kecewa dan parahnya jadi merasa tidak bahagia.
parah ya gw…..

kalo temen gw bilang gw itu miskin syukur,
hhmmm… mungkin dia bener,
tapi sebenernya gak juga siy… tapi bisa jadi iya… bisa jadi engga, hehe…
sutralah… yg jelas omongan temen gw itu bisa menyihir gw menjadi orang yang lebih bisa menikmati kebahagiaan gw sekarang.

keesokan harinya, pagi hari sebelum berangkat kerja, gw sempet buka sent item di hp laki gw.
ditujukan ketemen deketnya, dia ketik : “gw happy bersama istri gw yg luar biasa…..”
well, gw gak tau apa kelanjutan dari kalimat titik titik itu. bisa jadi maksud dia adalah istri yang luar biasa nyebelin, ato luar biasa malesnya ato luar biasa cantik, hehe…
tapi gw berharap apapun kata pelengkap dari titik titik itu, semoga bermakna positif.

sekarang, kalo ada teman gw yg tanya gimana rasanya menikah…. gw sudah punya jawaban yg truly from the heart, I’m happy !!

We are happy married couple.

Thanks God,
Thanks my dear friend, I owe this lesson to you.

Tue, April 18, 2006
my first month wedding

first day moving

February 27th, 2006 by ulfpunya

first day moving

ini adalah hari pertama gw tinggal di cibubur, rumah yang selanjutnya akan gw tempati bersamanya nanti
seharian beres2 rumah, menata sana sini, pasang ini itu…
phz.. cape juga !! tapi gw hepi, tapi gw juga sedih.. pokoknya perasaan nya campur aduk gak jelas gitu d.
sampe saat ini gw masi gak percaya sama apa yg tengah gw lakukan.
ternyata gw sudah melangkan sejauh ini.
gila !!!
kalo udah begini gw dah gak bisa mundur lagi.
waduh….

pindah ke cibubur akan berdampak banyak banget terhadap acara ritual dan keseharian gw.
gw mesti bangun pagi pagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii bgt, hal yg sudah sangat sangat lama tidak pernah gw lakukan.
tus lagi ngerjain kerjaan rumah sendiri. asli sendirian !!! no mate, noone could help me.
dan yg paling berat adalah…. menghilangkan kebiasaan yg satu itu.
gosh !! gw akan menikmati rasa asem di mulut gw selama sisa hidup gw ini.

hari ini, gw terpaksa bangun jam setenga lima, sebenernya siy bisa aja bangun agak siangan dikit, tapi karena suara azan subuh di mesjid itu semakin lama semakin tidak enak didengar dan memekakkan telinga, ahirnya gw bangun juga.
abis bangun tidur kuterus mandi.. tidak lupa menggosok gigi…
gw yg biasanya paling demen berlama2 dikamar mandi, ternyata bisa menyelesaikan sesi itu hanya dalam waktu 5 menit, bukan karena diburu waktu, tapi karena dingiiinnnn gila !! ggrrrhhh….
gw kangen ama aer panas mbak gw di kost, satu panci ukuran sedang untuk dua ember. pas bgt untuk kebutuhan mandi gw. and u know… ketika gw pengen masak aer panas untuk mandi itu,
gw baru sadar kalo ternyata gw belon punya kompor bhow… Gubraaakkkkkk !!!

jam enam gw udh siap meluncur. tapi setelah gw pikir2 lagi kok kayaknya kepagian yah… cuaca yg mendung menggoda gw untuk tutungkulan sebentar.
nyetel tip, dengerin lagu “spending my time” nya roxette. gosh… lagu ini bener2 mengingatkan gw akan segala hal gila yg pernah terjadi dalam hidup gw.
udahlah, just forget the past.. forget it !!
ahirnya gw berangkat jam 6.30. daannnnnn…. sepanjang perjalanan cbbr ke cpinang gw tidak menemukan jalanan yg lowong. muuuaaaacet dimana mana. alhasil gw nyampe kantor jam 8.45, yah… telat d !

well, sepertinya gw harus merancang jadwal keseharian gw lebih mateng lagi besok.
bukankah hari esok harus lebih baik dari hari ini teman…. ????

the beginning of new journey, excite soul of mine
I should face the challenge, and I’M READY !!!

pindahan

February 27th, 2006 by ulfpunya

sabtu, Feb 25 2006

besok adalah saat dimana gw harus pindah meninggalkan kost gw tercinta ini.
phz… rasanya berat bgt melangkahkan kaki dari sana.

tempat yang telah menjadi saksi perjalanan hidup gw selama hampir dua tahun ini,
dari yang have nothing menjadi have many things, dari noone menjadi someone, dari have nobody menjadi have somebody
tempat dimana gw menemukan teman2 dengan segudang cerita pribadi yg unik dan karakter yg berbeda dan belajar banyak hal dari mereka
tempat yg telah memberikan gw memori ttg kisah pertemuan… jatuh cinta… perasaan sakit hati yg teramat dalam, dikhianati… hingga ahirnya jatuh cinta lagi dan bahagia…

berawal dari rasa solidaritas sebagai teman, gw ikut hijrah dari kost lama Pulo Mas ke Tebet dalam kondisi gw yg lagi jobless, berbekal beberapa rupiah yang tersisa ditabungan, gw bersama fida sepakat untuk sekamar berdua. hingga ahirnya gw mempunyai kamar sendiri dan hidup ‘mardeka’ dikelilingi oleh teman2 yg practically jadi keluarga bangettt

helen, yang selalu manjamin perut kita tetep terisi penuh dengan masakannya yg khas dan segudang makanan dikulkasnya (sampe bikin badan gw yg tadinya cungkring jadi gak keruan begeneh…)
epa, bank berjalan bagi anak2 kost yg ingin melakukan transaksi bca ato urusan soft loan
holc, yg suka bawain souvenir dari setiap kegiatan usher nya sekaligus konsultan tata rias dan kecantikan gw (thanks for making over me !!)
emak rima, yg telah meracuni gw dengan ritualnya setiap hari : dengerin gosip seleb, senam lantai setiap pagi, pake korset tiap malem, shalat dan dengerin petuah bijak nya setiap menjelang tidur (sebulan lebih sekamar ama elu bener2 berkesan mak, u r great stepmother !!)
premkost alias Yudi, yg selalu bikin anak2 ketawa ama tingkahnya yg unusual, kocak abezz… lumayan untuk ngilangin stress selama seharian berkutat dikantor.
dimas ndud, anak manja yg mau belajar mandiri dengan segudang persediaan obat untuk segala penyakit kecuai sakit datang bulan, hehe..
risna, orang yg paling disiplin diantara anak kost sini. makan, tidur, bangun pagi, shalat, ngobrol, baca buku, maen world craft, semua kegiatannya tertata dan terjadwal berdasarkan jam tertentu.
mbak noks, yang selalu dengan suka cita malayani kita semua : bikinin kopi, sarapan, beresin kamar, beliin makan malem, ngerokin plus ngebalurin gw, dan hal2 laen yg sebenernya bukan jobdes nya tapi ttp dilakukannya dengan riang gembira
teguh ‘the police’, mama rony, ade eva, marcell, UJ, lice, mufti, aa edy, mindo ‘the director’, aan ‘the actor’, bagus, devy, farah, nuy, kori, danang ‘jagoan’… all of them are inspiring, mutually supporting and reliable friends of mine.

and now, gw harus meninggalkan itu semua.
segala kenangan indah
pelajaran berharga
pengalaman yg menyenangkan

phz… kalo mo diikutin mah rasanya gw masi pengeeeeeennnn banget hidup seperti ini
berada di kost bersama mereka.
cekikikan… tutungkulan… heuheureuyan.. ceuceurikan…dadaharan, aambekan and many things more !!
tapi seperti yg temen gw bilang in her sms kalo hidup adalah pilihan. mungkin pilihan itu bukan yg terbaik untuk saat ini, tapi yg terpenting adalah terbaik untuk nanti dan terbaik dalam berbagai sisi.

million thanks for all of u.

ciptakan akselerasi mu !!

February 14th, 2006 by ulfpunya

….. tiba2 gw teringat dg ajaran bokap gw, hal yg ampe skr selalu menjadi acuan gw untuk berkarir, semoga ini bisa jadi salah satu bahan inspirasi.

gw pernah membahas teori ini dan menyempurkannya bersama temen gw bbrp tahun yll, temen terhebat gw untuk diajak diskusi yg pernah gw punya waktu itu. dari pagi…ke malem…ampe paginya lagi… sambil nongkrong di campus sambil ngi..* ato jalan kaki disepanjang pajajaran ke kost setelah makan Mr. Celup, ato dikamarnya sambil dengerin rhythm of lovenya mustang yg dalam sekejap bisa bikin kita bedua jadi terdiam terpaku sesaat kyk dihipnotis,
ck..ck..ck…
sebenernya bukan cuma bahas ini doank siyyy, tapi ini yg paling berpengaruh di gw ampe skr. makanya gw pernah bilang ke temen gw itu kalo apa yg telah gw capai hingga saat ini semua berawal dari sst yg ada kaitannya sama dia. (thanks to you girl ..)

teori kecepatan : V= Vo+at
(teori yg diajarin guru2 kita waktu SD apa SMP yah, gw lupa)

bokap gw mengistilahkan V itu sebagai kecepatan karir
Vo adalah kecepatan awal kita, saat dimana kita mulai berkarir
a adalah akselerasi, percepatan karir
dan t adalah waktu

kalo diperhatikan, yang paling berpengaruh besar dalam rumusan ini adalah si “a”
karena komponen lain seperti t, itu adalah tetep. kita diberikan waktu yg sama 24 jam/hari.
sementara Vo, pengaruhnya kecil, karena hanya akan dijumlahkan dg pengalinya.
jadi si “a” lah yg punya peranan penting dalam menentukan apakan hasil V yg akan didapat akan menjadi positif, tetap ato negatif.

jadi sebenernya karir itu kita sendiri yg mengaturnya. mo cepet kah… ato lambat kah.. ato diem ditempat kah…
jadi bukan ditentukan oleh sudah berapa lama kita bekerja
ato dari mana kita berasal
ato latar belakang kita.
kalo kita mo pengen cepet melejit ya… buatlah gimana caranya supaya si “a” ini tadi bernilai tinggi yaitu dengan memberikan nilai tambah yang lebih dari yg bisa diberikan oleh rekan kerja kita.
(ngutip dari “work smarter not harder”, hehe… sori ya mister, ngutip tanpa ijin ^_^ )
tapi kalo selama kita bekerja itu kita cuma ngerjain yg itu ituuuuuuuuu aja, ya…. berarti nilai a nya juga tetap, jadi jangan heran kalo lu gak dapet promo even udah kerja bertaon2.
sebaliknya, kalo kerjaan elu itu ternyata tidak menghasilkan apa2 alias minus, hmmm…. siap2 ajah ditendang ama yg punya company.
(hare gene masi gak bisa menghasilkan ?? Pls d !!)

jadi jangan kuatir, dimanapun elu bekerja… apapun bidang pekerjaan elu ato dari posisi manapun elu memulai karir, sepanjang elu bisa menguasai “a” ini tadi, gw jamin elu bakal bisa dengan cepat mencapai posisi yg elu impikan

tapi kalo selama ini lu nya udah doing the best buat kerjaan elu dan merasa telah menghasilkan “a” yang tinggi tapi kenyataan yg terjadi tidak seperti teori gw ini,
ya… itu siy PL alias Problem Lo, hehe..

have a nice day

Happy Valentine, Liza…

ciptakan akselerasi mu !!

February 14th, 2006 by ulfpunya

….. tiba2 gw teringat dg ajaran bokap gw, hal yg ampe skr selalu menjadi acuan gw untuk berkarir, semoga ini bisa jadi salah satu bahan inspirasi.

gw pernah membahas teori ini dan menyempurkannya bersama temen gw bbrp tahun yll, temen terhebat gw untuk diajak diskusi yg pernah gw punya waktu itu. dari pagi…ke malem…ampe paginya lagi… sambil nongkrong di campus sambil ngi..* ato jalan kaki disepanjang pajajaran ke kost setelah makan Mr. Celup, ato dikamarnya sambil dengerin rhythm of lovenya mustang yg dalam sekejap bisa bikin kita bedua jadi terdiam terpaku sesaat kyk dihipnotis,
ck..ck..ck…
sebenernya bukan cuma bahas ini doank siyyy, tapi ini yg paling berpengaruh di gw ampe skr. makanya gw pernah bilang ke temen gw itu kalo apa yg telah gw capai hingga saat ini semua berawal dari sst yg ada kaitannya sama dia. (thanks to you girl ..)

teori kecepatan : V= Vo+at
(teori yg diajarin guru2 kita waktu SD apa SMP yah, gw lupa)

bokap gw mengistilahkan V itu sebagai kecepatan karir
Vo adalah kecepatan awal kita, saat dimana kita mulai berkarir
a adalah akselerasi, percepatan karir
dan t adalah waktu

kalo diperhatikan, yang paling berpengaruh besar dalam rumusan ini adalah si “a”
karena komponen lain seperti t, itu adalah tetep. kita diberikan waktu yg sama 24 jam/hari.
sementara Vo, pengaruhnya kecil, karena hanya akan dijumlahkan dg pengalinya.
jadi si “a” lah yg punya peranan penting dalam menentukan apakan hasil V yg akan didapat akan menjadi positif, tetap ato negatif.

jadi sebenernya karir itu kita sendiri yg mengaturnya. mo cepet kah… ato lambat kah.. ato diem ditempat kah…
jadi bukan ditentukan oleh sudah berapa lama kita bekerja
ato dari mana kita berasal
ato latar belakang kita.
kalo kita mo pengen cepet melejit ya… buatlah gimana caranya supaya si “a” ini tadi bernilai tinggi yaitu dengan memberikan nilai tambah yang lebih dari yg bisa diberikan oleh rekan kerja kita.
(ngutip dari “work smarter not harder”, hehe… sori ya mister, ngutip tanpa ijin ^_^ )
tapi kalo selama kita bekerja itu kita cuma ngerjain yg itu ituuuuuuuuu aja, ya…. berarti nilai a nya juga tetap, jadi jangan heran kalo lu gak dapet promo even udah kerja bertaon2.
sebaliknya, kalo kerjaan elu itu ternyata tidak menghasilkan apa2 alias minus, hmmm…. siap2 ajah ditendang ama yg punya company.
(hare gene masi gak bisa menghasilkan ?? Pls d !!)

jadi jangan kuatir, dimanapun elu bekerja… apapun bidang pekerjaan elu ato dari posisi manapun elu memulai karir, sepanjang elu bisa menguasai “a” ini tadi, gw jamin elu bakal bisa dengan cepat mencapai posisi yg elu impikan

tapi kalo selama ini lu nya udah doing the best buat kerjaan elu dan merasa telah menghasilkan “a” yang tinggi tapi kenyataan yg terjadi tidak seperti teori gw ini,
ya… itu siy PL alias Problem Lo, hehe..

have a nice day

Happy Valentine, Liza…